Akhirnya.

weleh weleh, setelah sekian lama ini Blog eror dari pusat nggak bisa dibuka, sekarang bisa dibuka lagi…..

emmm, tapi pengen hijrah, kunjungi blog aku yang satunya aja ya…. http://uunchiha.wordpress.com/ , daripada puyeng, Blog dua-duaan

Windows 7

Mari kita berkenalan dengan Windows 7

Back to PENKOM

Tugas nih tugas:

1. Kenali perangkat keras anda pada Windows 7

2. Lakukan kustomisasi perangkat keras pada sistem operasi tersebut.

Update selanjutnya terserah anda

update gambar nyokkkkkk

hahaha, lanjut tugas……………. bersambung di update berikutnya

“SEL Eukaryot” (dalam tanda kutip)

Yap sebagai anak Biologi yang ga Scientist2 amat,,, saya lebih suka mengamati sesuatu dari segi yang beda. Sel tak sekedar satuan terkecil makhluk hidup yang luar biasa dengan susunan organel-organelnya yang wow itu, tapi juga memiliki filosofi yang luar biasa, dan seni yang luar biasa,,, hehehehe. Sel juga punya nilai sastra lho……wkwkwkwk, tergantung dari sisi mana kita mau pergunakan. Mari kita ikuti kisah di dunia Sel berikut:

EPISODE 1

Aku adalah sesuatu yang pernah terlupakan, selalu ada bersamamu, selalu kau tatap, saat kau sadari ataupun tidak. Kau hanya bisa melihatku dalam satuan yang telah kususun dalam jaringan pembentuk dirimu. Kini ingin kukatakan kepadamu bahwa aku hidup dalam ketakterhinggaan kehidupan yang ada padamu. Kau dan aku adalah satu, tak terpisahkan, hingga ragamu tak bersatu lagi. Disini aku tak ingin banyak, hanya ingin kau tatap sedikit cerminan hidupmu yang mungkin tak pernah terlintas di benakmu sebelumnya, suatu sistem kehidupan terkecil, saking kecilnya sampai kau tak bisa langsung menatapku, butuh suatu alat yang telah kau perkenalkan sendiri kepadaku, dialah mikroskop. Mungkin sampai disini kau sudah ingat siapa aku. Ya, inilah aku, Sel. Selama ini aku selalu bersembunyi dalam ketundukan pada ilahi, pencipta paling  sempurna, Dialah Allah SWT. Satu hal yang aku tahu hanya pasrah, tunduk, dan senantiasa berdzikir kepada Allah. Aku tak pernah peduli ketika kau menyakiti aku, menyayangi aku, membelaiku dengan lembut, merusakku, mematikan diriku, atau apapun yang kau lakukan kepadaku. Karena amanah ketaatan dari Allah adalah aku harus menjadi penyusunmu. Maka demi kepatuhanku, kurelakan seluruh kehidupanku padamu. Meski begitu yang paling kuinginkan adalah kau menggunakan sebaik mungkin diriku ini karena suatu hari nanti aku juga yang akan menjadi saksi atas segala yang kau lakukan dengan diriku. Ah aku terlalu banyak bicara, apalah arti kata-kata tanpa makna, kehidupan kecil ini justru ingin mengungkap makna yang tak penah terungkap oleh kata-kata.

Hawa sejuk membelaiku dengan lembut, berpadu dengan sempurna, membentuk  keseimbangan dalam keagungan sang pencipta. Disinilah tempat tinggalku, desa jaringan, kecamatan organ, kabupaten sistem organ, negeri organisme. Kehidupanku berubah ketika dulu ada seorang bernama Robert Hooke menemukan aku dengan alat barunya yang sederhana pada tahun 1665. Aku menyapanya dalam kediamanku

“Hello Hooke, terimakasih telah memperkenalkan aku pada sahabat-sahabatmu, manusia-manusia yang lain, haha, akhirnya aku merasakan rasanya jadi artis populer, dalam taraf internasional lagi, ya walaupun aku muncul dalam materi-materi pelajaran yang sebagian orang menganggap menyebalkan, tapi tak apa, sebagai artis kan ada yang pro dan yang kontra, udah biasa, apalagi bila digosipin, asik aja dah”

“Ha…ha….ha Sel, kau punya selera humor juga, ya deh kamu emang penjelajah hebat, merasuk dari tubuh orang cerdas sampai kodok bangkong disikat semua, good, good, good !”

“Jangan meledek dong mas Hook, kamu kan juga ikut terkenal karena aku”. Sambil bergaya dengan tampangku yang manis, bulat, dan berisi. Berisi mitokondria cs, nama yang keren.

“Oh, ya thank you very much, peace!”

Ya begitulah persahabatan antara aku dan mas Hook, Oh Hook, Hook, Hook, Hooooooook, uhuk uhuk uhuk, sampai batuk aku, persahabatan yang butuh obat batuk. Oh salah ya, persahabatan bagai kepompong, makin lama makin kerompong, isinya ilang. Sssssssst jangan bilang-bilang Hook ya pembaca kalau aku cerita begini, ini rahasia kita. Tapi diam-diam mas Hook menjadi pembaca tulisan ini, aduh gawat, dia marah-marah

“Seeeel apa maksudmu berbicara seperti itu?”

Aku menarik napas kemudian sesak napas, nggak dink bercanda, kemudian aku menjawab pertanyaan dari mas Hook dengan tampang tak bersalahnya.

“Sorry Mr.Hook aku belum selesai, Kepompongnya emang kerompong isinya, tapi dengarkan dulu lagu dari Sindentoska, kepompong merubah ulat menjadi kupu-kupu, bisa bayangkan keindahannya?” Tapi aku kok jadi bingung sendiri dengan jawabanku, ini kan pura-puranya masih tahun 1665, Sindentoska mana ada, nggak papa lah sel juga perlu gaul.

Aku ingin bercerita satu kisah klasik untuk masa depan sebelum aku tunjuk satu bintang hingga akhirnya bisa melompat lebih tinggi seperti sekarang ini. Aku yang pernah mengalami masa sehingga sempat mencoba untuk berhenti berharap dan berfikir seberapa pantaskah aku untuk kau ketahui. Aku berterima kasih untuk sahabat sejatiku. Aku tak tahu yang akan terjadi bila kau tak disampingku dan temani aku selamanya. halah lebay….

Nah sebut saja kumpulan organel yang indah di atas ini adalah Sel  Eukaryot, lalu bayangkan jika sel adalah sebuah keluarga  kecil bahagia di suatu negeri antah berantah bernama Organisme. Kepala rumah tangga Sel ini ada di tengah bernama Nukleus, semua pengaturan desa diatur disini. Selama hidupnya, anggota keluarga Sel terkenal rajin, teratur, tak pernah lelah bekerja, dan selalu menjaga hubungan baik dengan tetangga melalui komunikasi antar sel-nya. Mari kita lihat figur pak kepala rumah tangga Sel.

Bapak kepala Rumah tangga bernama Muhammad Nukleus. Kemampuan management pak Nukleus sangat luar biasa, tak pernah lalai sedikitpun, karena seluruh kerja anggota keluarga sangat tergantung padanya. Kemampuan management ini didukung oleh kekutan yang dimilikinya yakni ada-nya cakra gen di dalam dirinya. Cakra Gen ini menjadi sesuatu fenomenal di seluruh penjuru negeri Makhluk Hidup. Terkemas dalam suatu tempat rahasia bernama kromatin. DNA dan protein terorganisasi bersama untuk menjaga Cakra Gen ini. Jangan bayangkan pak Nukleus bisa berjalan-jalan kaya kita,,, untuk mengorganisir dia cukup memerintahkan anggota tim dalam keluarganya untuk berkomunikasi dengan para tetangga dengan sinyal-sinyal khusus. Bisa juga untuk komunikasi autis antara Sel dan Hooke, ckckck (peace).

bersambung……………..
*hahaha, akhirnya kuposting juga ni tulisan iseng dan gendeng...

PENKOM

hehehehehe…….

WUAAAAAAAAAA…..

MAin-main saja

Isin—

we

blank

blank

blank

hore…………………….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

iseng2 di praktikum PENKOM

19 Februari

Its special day for me……..

Happy b’day to my self……. jiaaaaaah udah 21 tahun. tua bener yakk…

meski di tahun 2011 ini ulang tahunku terasa hambar, tapi aku tetap bersyukur masih bisa bernafas sampai sejauh perjalanan hidup ini. Hemm tema untuk hidupku tahun ini adalah

NEW STORY XXI

XXI  tak akan lengkap tanpa banyaknya prestasi yang bisa kuhasilkan seiring bertambahnya umur ini……. bismillah, semoga target2ku bisa terlaksana dengan sangat baik, aamiin. oia kupersembahkan sebuah tulisan entah mau disebut apa:

Purnama di malam 19

purnamaku bercahaya di malam itu
terangi mimpiku di alam imajinasi
aku
menjelajah kemanapun kusuka
kubisa
menerobos batas-batas waktu
di masa nanti yang tak pernah tahu
di tempat terindah tiada sendu
biarkan kubermimpi malam ini
bersama bulan yang utuh
dengan langkah-langkah penuh
dan cerita yang tak pernah lusuh
biarkan mimpi-mimpi ini
menghapus mimpi suram di masa silam
dan aku brani menatap kesungguhan
dalam arti nyata

Carica—copas2 unik, share info aja

Pepaya gunung atau karika (sering ditulis carica, Vasconcellea cundinamarcensis, syn. Carica pubescens) adalah kerabat pepaya yang menyukai keadaan dataran tinggi basah, 1.500-3.000 m di atas permukaan laut. Daerah asalnya adalah dataran tinggi Andes, Amerika Selatan.

Tumbuhan mirip pohon walaupun sesungguhnya adalah terna raksasa, karena batangnya tidak membentuk jaringan kayu (lignin). Tinggi dapat mencapai 10m dengan sedikit cabang. Buahnya berbentuk peluru dengan panjang 6-15cm dan lebar diameter 3-8cm, dengan lima sudut memanjang dari pangkal ke ujung; sewaktu muda berwarna hijau dan menjadi kuning atau jingga di saat masak. Buahnya (mesokarp) dapat dimakan segar walau agak sepat, namun biasanya diawetkan dalam cairan sirup atau dimasak sebagai sayuran. Seperti pepaya, buahnya mengandung banyak papain, enzim yang mampu mendegradasi protein (“proteolitik”).

Pepaya gunung diintroduksi ke Indonesia pada masa menjelang Perang Dunia II oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda, dan berhasil dikembangkan di Dataran Tinggi Dieng. Sekarang “carica” menjadi salah satu buah tangan khas dari daerah itu.

Pepaya Gunung (Caricaceae)
“carica” kerabat pepaya yang menyukai keadaan dataran tinggi basah, 1.500-3.000 m di atas permukaan laut. Daerah asalnya adalah dataran tinggi Andes, Amerika Selatan dan berhasil dikembangkan di Dataran Tinggi Dieng. Sekarang “carica” menjadi salah satu buah tangan khas dari daerah itu. Buahnya (mesokarp) dapat dimakan segar walau agak sepat, namun biasanya diawetkan dalam cairan sirup atau dimasak sebagai sayuran. Seperti pepaya, buahnya mengandung banyak papain, enzim yang mampu mendegradasi protein (“proteolitik”).
sejauh info yg ditangkap ya itu tadi, asalnya amerika selatan terus dikembangkan di sekitar amerika, terus lagi di srilanka, nah Indonesia juga Ok, di Wonosobo itu loh , hahaha( senengnya ngomong kota ini), Singapore pernah coba mbudidayain ga bisa, hehehe
baca aj ini => entering link terus tinggal download baca,,,

batik versi mbah Wiki

Batik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari

Batik

Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal. Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing. Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober, 2009. [1]

Daftar isi

[sembunyikan]

//

[sunting] Etimologi

Kata “batik” berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: “amba”, yang bermakna “menulis” dan “titik” yang bermakna “titik”.[rujukan?]

[sunting] Sejarah teknik batik

Tekstil batik dari Niya (Cekungan Tarim), Tiongkok

Seni pewarnaan kain dengan teknik pencegahan pewarnaan menggunakan malam adalah salah satu bentuk seni kuno. Penemuan di Mesir menunjukkan bahwa teknik ini telah dikenal semenjak abad ke-4 SM, dengan diketemukannya kain pembungkus mumi yang juga dilapisi malam untuk membentuk pola. Di Asia, teknik serupa batik juga diterapkan di Tiongkok semasa Dinasti T’ang (618-907) serta di India dan Jepang semasa Periode Nara (645-794). Di Afrika, teknik seperti batik dikenal oleh Suku Yoruba di Nigeria, serta Suku Soninke dan Wolof di Senegal.[2]. Di Indonesia, batik dipercaya sudah ada semenjak zaman Majapahit, dan menjadi sangat populer akhir abad XVIII atau awal abad XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad XX dan batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I atau sekitar tahun 1920-an.[3]

Walaupun kata “batik” berasal dari bahasa Jawa, kehadiran batik di Jawa sendiri tidaklah tercatat. G.P. Rouffaer berpendapat bahwa tehnik batik ini kemungkinan diperkenalkan dari India atau Srilangka pada abad ke-6 atau ke-7. [2]Di sisi lain, J.L.A. Brandes (arkeolog Belanda) dan F.A. Sutjipto (arkeolog Indonesia) percaya bahwa tradisi batik adalah asli dari daerah seperti Toraja, Flores, Halmahera, dan Papua. Perlu dicatat bahwa wilayah tersebut bukanlah area yang dipengaruhi oleh Hinduisme tetapi diketahui memiliki tradisi kuna membuat batik.[4]

G.P. Rouffaer juga melaporkan bahwa pola gringsing sudah dikenal sejak abad ke-12 di Kediri, Jawa Timur. Dia menyimpulkan bahwa pola seperti ini hanya bisa dibentuk dengan menggunakan alat canting, sehingga ia berpendapat bahwa canting ditemukan di Jawa pada masa sekitar itu.[4]

Legenda dalam literatur Melayu abad ke-17, Sulalatus Salatin menceritakan Laksamana Hang Nadim yang diperintahkan oleh Sultan Mahmud untuk berlayar ke India agar mendapatkan 140 lembar kain serasah dengan pola 40 jenis bunga pada setiap lembarnya. Karena tidak mampu memenuhi perintah itu, dia membuat sendiri kain-kain itu. Namun sayangnya kapalnya karam dalam perjalanan pulang dan hanya mampu membawa empat lembar sehingga membuat sang Sultan kecewa.[5] Oleh beberapa penafsir,who? serasah itu ditafsirkan sebagai batik.

Dalam literatur Eropa, teknik batik ini pertama kali diceritakan dalam buku History of Java (London, 1817) tulisan Sir Thomas Stamford Raffles. Ia pernah menjadi Gubernur Inggris di Jawa semasa Napoleon menduduki Belanda. Pada 1873 seorang saudagar Belanda Van Rijekevorsel memberikan selembar batik yang diperolehnya saat berkunjung ke Indonesia ke Museum Etnik di Rotterdam dan pada awal abad ke-19 itulah batik mulai mencapai masa keemasannya. Sewaktu dipamerkan di Exposition Universelle di Paris pada tahun 1900, batik Indonesia memukau publik dan seniman.[2]

Semenjak industrialisasi dan globalisasi, yang memperkenalkan teknik otomatisasi, batik jenis baru muncul, dikenal sebagai batik cap dan batik cetak, sementara batik tradisional yang diproduksi dengan teknik tulisan tangan menggunakan canting dan malam disebut batik tulis. Pada saat yang sama imigran dari Indonesia ke Persekutuan Malaya juga membawa batik bersama mereka.

[sunting] Budaya batik

Pahlawan wanita R.A. Kartini dan suaminya memakai rok batik. Batik motif parang yang dipakai Kartini adalah pola untuk para bangsawan

Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya “Batik Cap” yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak “Mega Mendung”, dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.

Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.

Batik Cirebon bermotif mahluk laut

Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini masih ada. Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB.

Batik dipakai untuk membungkus seluruh tubuh oleh penari Tari Bedhoyo Ketawang di keraton jawa.

[sunting] Corak batik

Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh Tionghoa, yang juga mempopulerkan corak phoenix. Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing.

[sunting] Baju Batik di Indonesia

Pada awalnya baju batik kerap dikenakan pada acara acara resmi untuk menggantikan jas. Tetapi dalam perkembangannya apda masa Orde Baru baju batik juga dipakai sebagai pakaian resmi siswa sekolah dan pegawai negeri (batik Korpri) yang menggunakan seragam batik pada hari Jumat. Perkembangan selanjutnya batik mulai bergeser menjadi pakaian sehari-hari terutama digunakan oleh kaum wanita. Pegawai swasta biasanya memakai batik pada hari kamis atau jumat.

[sunting] Baju batik Indonesia juga dikenakan di Malaysia

Setiap hari Kamis, semua pegawai negeri lelaki di Malaysia diharuskan memakai baju batik mulai 17 Januari 2008. Ketua Pengarah Jabatan Perkhidmatan Awam Tan Sri Ismail Adam telah membagikan kepada semua jabatan kerajaan.

Sebelum ini peraturan memakai baju batik hanya pada hari Sabtu saja. Kemudian diubah kepada hari ke-1 dan hari ke-15 setiap bulan.

[sunting] Cara pembuatan

Semula batik dibuat di atas bahan dengan warna putih yang terbuat dari kapas yang dinamakan kain mori. Dewasa ini batik juga dibuat di atas bahan lain seperti sutera, poliester, rayon dan bahan sintetis lainnya. Motif batik dibentuk dengan cairan lilin dengan menggunakan alat yang dinamakan canting untuk motif halus, atau kuas untuk motif berukuran besar, sehingga cairan lilin meresap ke dalam serat kain. Kain yang telah dilukis dengan lilin kemudian dicelup dengan warna yang diinginkan, biasanya dimulai dari warna-warna muda. Pencelupan kemudian dilakukan untuk motif lain dengan warna lebih tua atau gelap. Setelah beberapa kali proses pewarnaan, kain yang telah dibatik dicelupkan ke dalam bahan kimia untuk melarutkan lilin.

[sunting] Jenis batik

Pembuatan batik cap

[sunting] Menurut teknik

  • Batik tulis adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik menggunakan tangan. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan.
  • Batik cap adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik yang dibentuk dengan cap ( biasanya terbuat dari tembaga). Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari.

[sunting] Menurut asal pembuatan

Batik Jawa
batik Jawa adalah sebuah warisan kesenian budaya orang Indonesia, khususnya daerah Jawa yang dikuasai orang Jawa dari turun temurun. Batik Jawa mempunyai motif-motif yang berbeda-beda. Perbedaan motif ini biasa terjadi dikarnakan motif-motif itu mempunyai makna, maksudnya bukan hanya sebuah gambar akan tetapi mengandung makna yang mereka dapat dari leluhur mereka, yaitu penganut agama animisme, dinamisme atau Hindu dan Buddha. Batik jawa banyak berkembang di daerah Solo atau yang biasa disebut dengan batik Solo.

Batik Tiga Negeri

Batik Jawa Hokokai 1942-1945

Batik Buketan asal Pekalongan dengan desain pengaruh Eropa

Batik Buketan

Batik Lasem

Alay…

hemm mungkin untuk pertama kali saya akan posting yang nggak banget.

Cuma kata-kata culun dari seorang UUN. hari ini hujan, hujannya air, airnya hyalin alias bening, menetes ke bawah, yaiyalah kan gravitasi.  . . . .. saya rindu Wonosobo, kotaku, negriku, cintaku…………all about Wonosobo (agak alay si).

apa lagi ya…. saya tak tahu mau nulis apa lagi. tapi saya kan coba nulis sedikit bualan

Mengalir perasaanku bersama layu senja, tertutup mataku oleh gelap malam, tergerak tanganku meraih pegas di atas ranjang, kepalaku tersandar empuk, selimut kutarik byah…..tak ada kata lain…………..tidur (udah puitis belum??)

halah gajebo, aku cuma iseng………buat isi2 aja. lain kali update yang bener deh, hohohoho

katakan : mangunah kamu keren banget si, anak mana si??

WONOSOBO donkkk…

M1: un, aku jadi pengen hidup di Wonosobo, pasti damai ya

M2: ayo kita hidupkan Wonosobo…

M3: ayoooooooo…..